Berikut adalah kutipan dari beberapa sumber situs, yang dimana dapat ditunjukkan dengan page ini ke orang awam yang masih belajar untuk mengenal Vaping apakah aman atau tidak.

Standard kesehatan PG pada pemakaian Obat medikal – Quora (klik link)

Salah satu tantangan utama para peneliti yang dihadapai paling awal adalah menemukan zat yang cocok dengan metode siklosporin (yaitu memungkinkan pasien untuk aman menghirup obat tanpa iritasi tenggorokan atau paru-paru mereka). Mereka memutuskan untuk menggabungkan metode siklosporin dengan propylene glycol, yang memungkinkan obat untuk diberikan dalam bentuk aerosol. Novartis Pharmaceuticals menyediakan bubuk siklosporin, yang kemudian digabungkan oleh peneliti. “

Ya, Anda benar. Pasien dengan kondisi kesehatan yang paling rapuh, menderita penyakit paru, harus menghirup obat yang di formulasi oleh kandungan PG. ini atas perintah dokter.

Selain itu, jika ada sesuatu yang sangat salah dengan Vaping (yang akan “mungkin membunuhmu, seperti yang Anda katakan), kita akan sudah tahu ini dari dahulu.
Jangan percaya orang yang menakut nakuti anda dengan mengatakan mengapa vaping bahaya dengan mengatakan “kami tidak tahu”, karena ini cukup sederhana, gunakan kata kunci “e-cigarette” dalam pencarian di situs PubMed akan memberikan lebih dari 1600 hasil. Anda dapat mencobanya sendiri, jika Anda suka.

Yakinkan diri bahwa kita sudah ada beberapa penelitian. Mengingat tahun 2003 sebagai kelahiran versi dari modern dari e-cigs, itu rata-rata Yang apabila digabungkan dengan hasil lebih dari 1600 penelitan tentang Vaping itu berarti ad Dua penelitian tentang e-cigs per minggu!.

Vaping sebagai pengganti rokok – Quora (klik link)

Pertama, vaping bukanlah produk untuk berhenti merokok, dan tidak dipasarkan seperti itu. Karena vaping adalah metode alternatif menggunakan nikotin, dan ini termasuk cara yang diklasifikasikan oleh MHRA di Inggris sebagai “relatif aman”.

Jadi, mungkin gambaran terbaik mengenai vaping adalah sebagai cara alternatif UNTUK merokok, dengan cara yang mengurangi profil risiko yang berkali kali lipat dibandingkan dengan me-rokok tembakau …

Efek samping yang sangat jelas adalah bahwa orang-orang yang menggunakan rokok elektronik akan berakhir tidak merokok tembakau sama sekali. Walaupun vaping juga mengandung nikotin, paling tidak vaping salah satu cara  membebaskan diri dari 99% dari risiko merokok tembakau.

Jadi apakah vaping LEBIH MEMBAHAYAKAN ketimbang merokok tembakau? – Quora (klik link)

Tidak, bahkan sama sekali tidak mirip.

PG telah dipelajari sejak tahun 1940-an, dianggap sebagai produk GRAS, dan bahkan telah digunakan dalam formulasi tertentu sebagai pelarut untuk obat untuk mengobati penyakit paru paru. Karena itu Saya percaya bahwa di situlah Hon Lik, seorang apoteker yang merancan versi modern dari e-cig (juga ada paten tentang ini dari tahun 60-an), Beliau mempunyai ide untuk perumusan cairan liquid vaping yaitu : sesuatu yang aman yang dapat digunakan untuk melarutkan nikotin cair pharma-grade dengan bentuk hirup ketimbang berbentuk obat.

Preservation of post-transplant lung function with aerosol cyclosporin

Formulasi farmasi dari PG solusi formoterol cukup stabil untuk digunakan dalam terapi inhalasi paru dan metode dalam pembuatan formulasi pada terapi.

Mari dipikirkan kembali, tapi saya tidak percaya bahwa PG yang dimaksudkan untuk formulasi obat terapi inhalasi dari para pasien penyakit paru dan pasien yang paling rapuh kondisi kesehatannya dapat dan sampai sekarang dianggap “mempunyai bahaya seperti rokok merokok tembakau”. Karena dengan logika sederhana saya tau itu tidak akan terjadi.

Tentu, e-cig modern baru di temukan dalam jarak relatif dekat yaitu sejak tahun 2003, jadi kami tidak memiliki studi jangka panjang. (Seperti banyak, contohnya banyak obat-obatan farmasi yang sudah lama ditandai sebagai obat aman). Tapi PG telah dipelajari, dan digunakan pada pasien yang dimaksud dengan kondisi diatas untuk lebih lama dari tahun 1940-an.

Scientific evidence clearly indicates e-cigarettes are considerably less harmful than tobacco cigarettes

A new study verifies the lower risk-potential of e-cigarettes but identifies an avoidable risk

“Dalam penilitan skala kecil menunjukkan bahwa Vaping rutin untuk mengganti merokok tembakau dikaitkan dengan perbaikan obyektif dan subyektif dalam hasil pasien yang mengidap asma. Menimbang bahwa Vaping dilaporkan kurang berbahaya daripada merokok tembakau dan dapat menyebabkan berkurangnya konsumsi rokok dengan dengan hasil bahwa gejala dan hasil dari pengidap asma akan berkurang, penelitian ini menunjukkan bahwa e-cigs dapat menjadi pilihan yang tepat untuk pasien asma yang tidak bisa berhenti merokok dengan metode lain.

Apakah nikotin yang digunakan dalam vaping berbahaya?

Nikotin cair Pharma-grade telah digunakan dalam NRT (Nicotine Replacement Therapy) selama beberapa dekade. Dan ya, bahkan untuk inhalasi – inhaler Nicotrol, misalnya. Dan nikotin sendiri, tanpa MAIO dari tembakau untuk memperkuat level nikotin, telah terbukti memiliki potensi mengurangi ketergantungan atau penyalahgunaan dari nikotin.

Itu sebabnya nikotin untuk terapi NRT ini dapat dijual OTC, tanpa pengawasan medis, dan telah disetujui untuk digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas.

Itu sebabnya perawatan berbasis nikotin telah diizinkan pada pasien yang tidak pernah perokok – tanpa ada efek ketergantungan dalam studi setelahnya.

Itu sebabnya banyak mantan vapers menemukan mereka bisa berhenti vaping jauh lebih mudah daripada semua usaha mereka sebelumnya yang gagal untuk berhenti merokok. (Atau vapers saat ini dapat dengan mudah menurunkan tingkat nikotin dalam Eliquid mereka). Setelah beberapa waktu vaping mereka, Anda tidak lagi kecanduan zat campuran yang ada dalam tembakau untuk memperkuat nikotin. Padahal Nikotin sendiri tidak benar-benar adiktif.

“Asap rokok menyebabkan kanker paru-paru. Nikotin itu sendiri tidak menyebabkan kanker.

“Nikotin dari vapers yang vaping dalam ruangan (contoh paling ekstrim di dalam pesawat) atau di tempat keramaian jelas tidak mengandung risiko kesehatan bagi mereka yang didekat para vapers.

Tapi mengukur racun tiap orang akan berbeda? Tidak ada penelitian sejauh ini yang telah berhasil mengukur racun dalam darah vapers pasif. Perusahaan penerbangan pesawat berhak melarang penggunaan rokok elektrik, karena keamanan adalah prioritas mereka, dan kereta api dapat melarang vaping untuk kenyamanan penumpang, tetapi pembatasan penggunaan vaping di dalam ruangan akan sulit untuk dibenarkan karena alasan medis, karena vaping (tidak ada abu, tidak ada asap) tidak memancarkan asap selain uap air dari atomizer. Propylene glycol, uap air, dan uap nikotin yang dihembuskan dari vapers tidak berbahaya bagi vapers atau vapers pasif”.

Vape ON!